Bisnis Makin Keren, Mulai Dari Rp500 Ribuan!Konsultasi gratis
Klikka

News & Blog › KOL

Cara memilih KOL untuk produk skincare baru dan mengukur hasilnya

· baca 3 menit

Ilustrasi ponsel berisi video KOL memegang botol serum, balon hati, dan kaca pembesar yang memeriksa grafik audiens

KOL bisa jadi jalan pintas untuk produk skincare baru. Orang lebih percaya rekomendasi dari wajah yang mereka kenal daripada iklan brand. Tapi memilih KOL hanya dari jumlah followernya sering berakhir dengan konten yang ramai ditonton, sepi pembeli.

Berikut cara memilih KOL yang lebih masuk akal, plus cara mengukur hasilnya supaya budget berikutnya tidak pakai tebak-tebakan. Kalau KOL ini bagian dari launching produk baru, urutan kerjanya ada di rencana launching enam minggu.

Micro atau macro?

Untuk produk baru, kita biasanya mulai dari beberapa KOL micro dibanding satu KOL besar. Alasannya:

  • Biaya per konten lebih ringan, jadi kamu dapat lebih banyak variasi konten.
  • Audiensnya cenderung lebih dekat dan lebih percaya pada rekomendasinya.
  • Kalau satu KOL kurang cocok, risikonya tidak menghabiskan seluruh budget.

KOL besar tetap berguna, terutama untuk membangun kesadaran merek. Biasanya lebih efektif setelah ada beberapa konten yang terbukti menghasilkan penjualan.

Cek audiensnya, bukan cuma jumlah followernya

Sebelum mengirim produk, cek beberapa hal ini:

  • Isi kolom komentar. Komentar yang bertanya soal produk lebih berharga daripada komentar emoji saja.
  • Lokasi dan usia audiens. Minta screenshot insight akun. Kalau mayoritas audiensnya di luar jangkauan pengiriman kamu, sebaiknya dilewati.
  • Riwayat konten skincare. KOL yang setiap hari mempromosikan produk berbeda biasanya kurang dipercaya audiensnya.
  • Gaya bicara. Cocokkan dengan karakter brand kamu. Brand yang kalem kurang pas dibawakan dengan gaya yang terlalu heboh, begitu juga sebaliknya.

Brief yang bikin konten bisa dipakai ulang jadi iklan

Konten KOL paling bernilai kalau bisa dipakai dua kali: tayang organik di akun KOL, lalu dipakai lagi sebagai materi iklan. Supaya itu bisa, masukkan poin-poin ini ke brief:

  • Tiga detik pertama langsung masuk ke masalah atau hasil, bukan salam pembuka.
  • Hindari klaim yang terdengar seperti obat. Aturannya kita rangkum di kenapa iklan skincare kamu ditolak Meta.
  • Minta file mentah tanpa teks dan musik, supaya bisa diedit ulang untuk iklan.
  • Sepakati dari awal hak pakai konten untuk iklan, termasuk berapa lama boleh dipakai.

Pastikan juga produk sudah terdaftar di Cek BPOM sebelum dikirim. KOL yang teliti biasanya mengecek ini, begitu juga audiensnya.

Cara mengukur hasil KOL

Views dan likes enak dilihat, tapi belum tentu jadi penjualan. Beberapa cara mengukur yang lebih jujur:

  • Kode promo khusus untuk setiap KOL, supaya penjualan dari masing-masing KOL bisa dihitung.
  • Link dengan parameter UTM, supaya kunjungan dari tiap KOL terlihat di analytics.
  • Bandingkan biaya per order saat konten KOL dipakai sebagai iklan dengan materi iklan biasa.

Dari situ ketahuan KOL mana yang layak diajak kerja sama lagi, dan konten mana yang layak didorong dengan budget lebih besar.

Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Memilih KOL dari jumlah follower saja.
  • Brief terlalu kaku sampai kontennya terasa seperti iklan.
  • Tidak menyepakati hak pakai konten, jadi konten bagus tidak bisa dipakai ulang.
  • Tidak mencatat hasil per KOL, jadi kerja sama berikutnya kembali pakai feeling.

Ringkasnya

Pilih KOL dari kecocokan audiens, buat brief yang membuka peluang konten dipakai ulang, lalu ukur hasilnya dari penjualan, bukan dari views. Kalau butuh bantuan mengelola KOL sekaligus iklannya, lihat layanan KOL Management atau Special Package Launch New Product.

Langkah pertama

Mau kita cek angka brand kamu?

Harga jual, modal produk, budget iklan. Dalam 24 jam kita balik: masuk atau belum.